Kamis, 13 Mei 2010

Jembatan Pawan I dan II Kabupaten Ketapang

Jembatan Pawan I
Pada hari kamis, tepat pada saat Perayaan Kenaikan Isa Al-Masih, saya mengajak satu orang teman saya mengikuti observasi. Tujuan Observasi adalah melihat jembatan penghubung di Ketapang dengan daerah seberang. Jembatan itu disebut sebagai Jembatan Pawan I. Konon jembatan ini adalah jembatan pertama yang ada di Kabupaten Ketapang mengingat nomor seri pada jembatan ini adalah angka 1. Dan menurut warga setempat, dahulu sebelum keberadaan jembatan Pawan I, alternatif penyeberangan adalah perahu dan rakit yang ditarik membentang dengan tali dari ujung Kota Ketapang dan ujung Kota Seberang / Kayong Utara. Mitosnya dahulu pembuatan jembatan ini menggunakan tumbal kepala manusia atau istilah Ketapang disebut sebagai "Pembolak". Sehingga Jembatan kota Kayong ini diyakini sebagai Jembatan yang memiliki daya magis oleh masyarakat setempat. Kepercayaannya dengan menggunakan kepala, jembatan akan menjadi kokoh dikecualikan kerabat dari si empunya kepala melintasi Jembatan dan bisa merobohkannya. Namun itu semua hanya mitos belaka,boleh percaya atau tidak. Namun intinya, dari magisnya jembatan ini telah membantu kita dalam menyeberangi daerah Seberang yang dahulu sulit dijangkau, sehingga kegiatan transportasi dan perdagangan menjadi lebih lancar. Karena jembatan Pawan I ini telah berjasa menyeberangi kita untuk ke daerah terpenting bagi Kota Ketapang seperti Sukadana, Kendawangan dan lain sebagainya.

Jembatan Pawan II
Blogger: Frans
Kelanjutan perjalanan adalah observasi menuju daerah Sungai Awan, Kabupaten Ketapang. Jika kita melewati area Sungai Awan, kita pasti akan melintasi sebuah jembatan besar yang terbuat dari besi. Sebagaimana seperti Jembatan Pawan I, jembatan ini disebut sebagai seri kedua dari jembatan yang menghubungkan salah satu daerah seberang Sungai Awan ini. Jembatan ini disebut sebagai Jembatan Pawan II. Saya mencoba untuk berfoto di Jembatan dengan seri 2 ini.Namun saya mengurungkan niat. Ketika datang sebuah truk besar, jembatan Pawan II ini bergetar kencang membuat perasaan saya menjadi tidak enak. Melihat bentuk dan konstruksi jembatan juga sudah mulai kacau, akhirnya kami segera beranjak dari Pawan II.Kami hanya sempat mengambil gambar sungai Pawan yang terpotong II dari jembatan. Akhirnya kami mengambil alternatif lain dengan menggunakan jalan tembus setelah Jembatan Pawan II. Dari sana akhirnya kami berhasil mendapatkan foto Jembatan Pawan II. Sejenak merenungi, Jembatan Pawan II sepertinya perlu direnovasi kembali, mengingat jalur ini adalah Jalur ke daerah Pedalaman yang sering dilintasi oleh truk-truk besar. Saya pikir, jika hal ini dibiarkan terus menerus,dalam 2-3 tahun ke depan jembatan ini bisa jadi bisa rusak parah bahkan roboh.

Kesimpulannya,kita sangat bersyukur memiliki jembatan-jembatan penyeberangan yang ada di Ketapang. Dengan demikian, sarana transportasi dapat menjadi lebih lancar entah demi kegiatan perdagangan ataupun lalu lintas. Dan kita tunggu pembangunan Jembatan Pawan V yang sudah dinanti-nantikan penyelesaiannya. Sekian.

3 komentar:

Melinda Putri W mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Melinda Putri W mengatakan...

Thanks Gan buat Sharing infonya, saya dulu sempat tinggal di ketapang #KH_Wahid Hasyim sewaktu kecil :) jadi bisa bernostalgia, walau hanya lewat blog :)

temmykusumah mengatakan...

semua data berkas pembangunan awal Ada tersimpan rapih di library ayah saya

Posting Komentar

Trima kasih atas kritik dan saran, silakan:

 
Cheap Web Hosting | new york lasik surgery | cpa website design